Pages

Senin, 03 Maret 2014

klasifikasi tumbuhan paku ( pteridhopyta )

Secara garis besar tumbuhan paku dikelompokkan menjadi empat subdivisi, yaitu Psilopsida (paku purba), Lycopsida (paku kawat), Sphenopsida (paku ekor kuda), dan Pteropsida (paku sejati). Pada kesempatan kali ini kita akan uraikan masing-masing subdivisi tumbuhan paku tersebut.
KELOMPOK PSILOPSIDA (PAKU PURBA)
Kelompok psilopsida merupakan kelompok kecil yang hanya memiliki dua genus yaitu genus Psilotum dan Tmesipteris yang keduanya tidak memiliki banyak spesies. Psilotum banyak terdapat di Amerika Utara dan Karibia, serta sepanjang teluk dan pantai Atlantikke utara sejauh Karolina Utara. Psilotum juga ditemukan di daerah Asia yang beriklim tropis dan pulau-pulau di Pasifik. Tmesipteris tumbuh di Kaledonia Baru dan di daerah yang berdekatan di Pasifik Selatan, termasuk Australia, dan Kaledonia Baru.
Psilotum sp
Psilotum sp
(sumber gambar : en.wikipedia.org)
Batang psilopsida tidak memiliki akar tetapi didukung oleh batang yang merambat ke samping yang disebut rizoma. Bagian yang keluar dari batang menghasilkan pasangan seperti daun, tetapi tidak memiliki jaringan pembuluh. Pasangan seperti daun yang tumbuh keluar ini langsung terletak di bawah synangia, yaitu organ penghasil spora. Synangia terlihat sebagai hasil dari tiga sporangia yang bergabung dan muncul di ujung dari cabang mendatar yang pendek. Hal ini merupakan salah satu sifat lain yang menunjukkan bahwa Psilotum berbeda dari tumbuhan berpembuluh lain yang masih hidup dan menghasilkan sporangia di daunnya.
Pada saat synangia telah matang, synangia akan membuka dan melepaskan spora yang berwarna kuning sampai putih. Generasi gametofit sangat kecil dengan panjang tidak lebih dari dua milimeter. Gametofit ini masuk ke dalam tanah dan bersifat saprofit dan mengambil nutrisinya dengan menyerap zat-zat yang terlarut di sekelilingnya. Proses ini sering sekali dibantu dengan kehadiran jamur yang tumbuh dalam jaringan gametofit.
Setelah dewasa gametofit menghasilkan sel telur dan sel sperma. Sperma biasanya berflagela dan berenang menuju sel telur dan kemudian bersatu untuk memulai generasi sporofit. Namun demikian, gametofit psilopsida dapat melakukan pembuahan sendiri untuk menghasilkan tumbuhan sporofit. Sporofit yang dihasilkan memulai hidupnya sebagai organisme yang bergantung pada gametofit induknya.
KELOMPOK LYCOPSIDA (PAKU KAWAT)
Kelompok Lycopsida memiliki struktur akar yang sederhana, batangnya bercabang dan kecil, daun-daun tersusun spiral yang disebut mikrofil. Sporangium dihasilkan oleh daun yang subur, mempunyai dinding yang tebal, ada yang homospora (menghasilkan satu jenis spora), dan ada yang heteospora (menghasilkan dua jenis spora). Sel sperma mudah bergerak dan memiliki dua atau lebih flagela. Beberapa contoh spesies lycosida, yaitu Selaginella, Lycopodium, dan Isoltes.
Selaginella sp
Selaginella sp
(sumber gambar : en.wikipedia.org)

KELOMPOK SPHENOPSIDA (PAKU EKOR KUDA)
Kelompok sphenopsida saat ini memiliki satu genus yaitu genus Equisetum dengan sekitar 30 spesies yang masih hidup di seluruh dunia. Sebagian kecil spesies, seperti spesies yang tumbuh di Meksiko bagian tropis dapat mencapai ketinggian 3 meter. Akan tetapi pada umumnya, tumbuhan sphenopsida berbentuk tumbuhan pendek dan kecil-kecil seperti rumput yang merupakan sisa-sisa kejayaan sebelumnya. Equisetum juga dikenal sebagai paku ekor kuda, ekor serigala, atau alat penggosok.
Equisetum sp
Equisetum sp
(sumber gambar : en.wikipedia.org)
Ciri morfologi yang paling jelas dari sphenopsida ialah pada pencabangan di persambungan batang, yaitu titik-titik yang berjarak sama yang disebut nodus. Antara nodus satu dengan yang lainnya dipisahkan oleh batang telanjang yang disebut internodus. Beberapa spesies sering sekali bercabang pada nodus, sementara pada spesies yang lain tidak terjadi. Jika terdapat percabangan, cabang tidak terjadi pada ketiak daun, tetapi jika tidak terjadi percabangan maka daunlah yang akan tumbuh di tempat tersebut. Daun-daun Equisetum panjang dan ramping.
Di ujung cabang yang reproduktif terdapat struktur kerucut disebut stobilus yang terdiri atas organ tambahan yang menempel secara kuat di ujung cabang yang disebut sporangiopora. Setiap sporangiopora menghasilkan beberapa sporangia tempat spora berkembang. Sporangiopora yang strukturnya berbentuk seperti payung dengan sporangia di ujungnya merupakan tipe yang paling banyak ditemui pada sphenopsida. Kebanyakan spesies sphenopsida ialah homospora (menghasilkan satu jenis spora). Beberapa spesies merupakan heterospora yang menghasilkan dua jenis spora yang berbeda. Spora kecil yang berkembang menjadi mikrogametofit jantan dan spora besar yang berkembang menjadi megagametofit betina.
KELOMPOK PTEROPSIDA (PAKU SEJATI)
Kelompok pteropsida juga dikenal sebagai paku pakis yang mempunyai ciri-ciri hidup berkelompok, tidak mempunyai batang sebenarnya, dan berupa pohon atau tumbuhan pemanjat. Sporangium pteropsida terletak di bawah permukaan daun dan sorusnya tersebar atau terletak teratur. Terdapat dua jenis daun yaitu daun yang subur (fertil) dan daun yang tidak subur (steril).
Azolla sp
Azolla sp
(sumber gambar : en.wikipedia.org)
Generasi sporofit lebih dominan daripada generasi gametofit. Generasi gametofit menghasilkan alat reproduksi jantan yaitu anteridium dan alat reproduksi betina berupa arkegonium. Beberapa contoh spesies pteropsida yaitu Marsilea sp. Azolla sp. yang hidup bersimbiosis dengan Anabaena azollae dalam mengikat nitrogen dari udara, dan Adiantum cuneatum (suplir).

0 komentar:

Posting Komentar